Review : Novel Hilmy Milan Karya Nadia Ristivani

Review Novel Hilmy Milan




Judul            : Hilmy Milan 

Penulis         : Nadia Ristivani

Penerbit       : Bukune

Tahun Terbit : 2021


   Novel fiksi Hilmy Milan ditulis oleh Nadia Ristivani. Nadia lah pencipta romantisme dua sejoli bernama Hilmy dan Milan ini. Novel ini diangkat dari sebuah alternative universe dengan judul yang sama dan telah mendapatkan lebih dari sembilan puluh ribu suka di aplikasi Twitter dengan akunnya, @ijoscripts.

    Hilmy Milan merupakan tulisan kedua Nadia yang mendapat perhatian lebih dari pengguna Twitter. Sama dengan karya pertamanya "The Camarro" yang juga mendapat banyak perhatian. Hilmy Milan merupakan sekuel dari "The Camarro". Meskipun cerita dari kedua tulisan tersebut tidak berhubungan. 

    Novel Hilmy Milan mengisahkan sekilas kehidupan remaja bernama Hilmy dan Milan yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Milan adalah satu-satunya anak perempuan dari empat bersaudara sebuah keluarga tak biasa campuran Indonesia-Italia yang biasa disebut Camarro. Cerita ini banyak menyorot kehidupan sehari-hari Milan dan kembarannya yang bernama Marcello. 

   Selanjutnya dikisahkan bagaimana Hilmy, sobat karib Marcello yang memiliki ketertarikan pada Milan. Sebagai seorang laki-laki, Hilmy diceritakan memiliki kepribadian unik dan berbeda dengan laki-laki diluaran sana yang juga memiliki ketertarikan kepada Milan. Meski Hilmy memiliki tingkat gengsi yang sangat tinggi. 

  Belajar di satu jurusan yang sama, membuat Hilmy dan Milan sering berinteraksi. Perhatian-perhatian kecil yang ia berikan pada Milan, cenderung ia tutupi dengan sikap tengilnya.  

   Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga. Sepertinya peribahasa ini cocok untuk kondisi Hilmy sekarang. Tanpa sengaja, ada momentum yang membuat Milan tahu bahwa temannya itu memberikan perhatian kepadanya. Hal ini terjadi dengan tanpa sengaja. 

  Menghabiskan waktu bersama, membuat keduanya saling berbagi cerita. Milan yang besar di keluarga tak biasa membuat dirinya menjadi selalu waspada. Milan memberitahukan tentang kekosongan yang ia rasakan dan sikap dingin juga tak berperasaan yang ia miliki semata-mata adalah bentuk penjagaan dirinya.  Sedangkan Hilmy menanggapi bahwa tak mengapa untuk menunjukkan sisi emosi dan rapuhnya pada orang-orang terdekat yang ia percayai. Respons Hilmy cukup membuat Milan nyaman dengan merasakan dirinya sebagai manusia seutuhnya.  

   Tiba waktunya ketika Milan merasakan kupu-kupu itu berterbangan di perutnya. Ia mulai luluh dari diri yang sebelumnya tidak berperasaan dan dibuat gila oleh sikap manis yang terus Hilmy lakukan. Kini perasaan mereka berdua adalah timbal balik. 

Namun, karena kegengsian seorang Hilmy sangat tinggi, ia tak kunjung menyatakan perasaannya kepada Milan. Sampai membuat teman Hilmy, Rifan sangat geram.

   Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Apa yang akan dilakukan seorang Hilmy Ram Fahreza? Semuanya akan ditemukan di novel yang menarik ini. 

    Selain itu, di novel ini terdapat kutipan yang paling saya ingat yaitu, "Tak perlu memaksa semesta bertgerak terlalu cepat atau terlalu lambat. Semua ada porsinya masing-masing."

    Novel ini sangat direkomendasikan ketika ingin mendapatkan sensasi kisah romansa ringan namun sarat akan makna di kala senggang. Banyak juga kutipan kalimat yang sangat bermakna artinya. 


Selamat membaca!



Komentar

Postingan Populer